Sardarji is having breakfast, in Paris, one morning (coffee, croissants, bread, butter and jam) when a Frenchman, chewing bubble-gum, sits down next to him The Indian ignores the Frenchman who, nevertheless, start conversation.
Frenchman: ‘You Indian folk eat the whole bread??’
Sardarji (in a bad mood): ‘Of course.’
Frenchman: (after blowing a huge bubble): ‘We don’t. In France, we only eat what’s inside. The crusts we collect in a container, recycle it, transform them into croissants and sell them to India .’ The Frenchman has a smirk on his face.
The Sardarji listens in silence.
The Frenchman persists: ‘Do you eat jam with the bread??’
Sardarji: ‘Of course.’
Frenchman: (cracking his bubble-gum between his teeth and chuckling) ‘We don’t. In France we eat fresh fruit for breakfast, then we put all the peels, seeds, and leftovers in containers, recycle them, transform them into jam, and sell the jam to India .’
After a moment of silence, Sardarji then asks: ‘Do you make love in France?’
Frenchman: ‘Why of course we do’, he says with a big smirk.
Sardarji: ‘And what do you do with the condoms once you’ve used them?’
Frenchman: ‘We throw them away, of course..’
Sardarji: ‘We don’t. In India, we put them in a container, recycle them, melt them down into bubble-gum, and sell them to France .’
by. malau Read More.. Lanjutin Ketawa Gan..!!
Frenchman: ‘You Indian folk eat the whole bread??’
Sardarji (in a bad mood): ‘Of course.’
Frenchman: (after blowing a huge bubble): ‘We don’t. In France, we only eat what’s inside. The crusts we collect in a container, recycle it, transform them into croissants and sell them to India .’ The Frenchman has a smirk on his face.
The Sardarji listens in silence.
The Frenchman persists: ‘Do you eat jam with the bread??’
Sardarji: ‘Of course.’
Frenchman: (cracking his bubble-gum between his teeth and chuckling) ‘We don’t. In France we eat fresh fruit for breakfast, then we put all the peels, seeds, and leftovers in containers, recycle them, transform them into jam, and sell the jam to India .’
After a moment of silence, Sardarji then asks: ‘Do you make love in France?’
Frenchman: ‘Why of course we do’, he says with a big smirk.
Sardarji: ‘And what do you do with the condoms once you’ve used them?’
Frenchman: ‘We throw them away, of course..’
Sardarji: ‘We don’t. In India, we put them in a container, recycle them, melt them down into bubble-gum, and sell them to France .’
by. malau Read More.. Lanjutin Ketawa Gan..!!
Sehari sebelum malam pengantinnya yang pertama, Roni, si anak lugu merasa kebingungan dan harus bertanya kepada papanya.
“Pa, kalo mau ngelakuin malam pertama gimana sih pa…?” tanya Roni dengan polos.
“Gini… pertama ambil barang yang sering kamu mainkan pada masa remajamu dulu, kemudian masukkan ke tempat pipis istrimu…”, jawab papanya tenang.
Keesokan harinya, tepat pada malam pengantinnya, Roni buru-buru mengumpulkan mainan pada masa remajanya dan memasukkannya ke dalam toilet.
by. malau Read More.. Lanjutin Ketawa Gan..!!
“Pa, kalo mau ngelakuin malam pertama gimana sih pa…?” tanya Roni dengan polos.
“Gini… pertama ambil barang yang sering kamu mainkan pada masa remajamu dulu, kemudian masukkan ke tempat pipis istrimu…”, jawab papanya tenang.
Keesokan harinya, tepat pada malam pengantinnya, Roni buru-buru mengumpulkan mainan pada masa remajanya dan memasukkannya ke dalam toilet.
by. malau Read More.. Lanjutin Ketawa Gan..!!
Ada seorang teman saya, suatu hari terpanggil untuk memakai jilbab. Karena hatinya sudah tetap, dia pun pergilah ke toko muslim untuk membeli jilbab. Setelah membeli beberapa pakaian muslim lengkap bersama jilbab dengan berbagai model (maklum teman saya itu stylish sekali), dia pun pulang ke rumah dengan hati suka cita.
Sesampainya di rumah, dengan bangga dia mengenakan jilbabnya. Ketika dia keluar dari kamarnya, bapak dan ibunya langsung menjerit. Mereka murka bukan main dan meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya.
Anak itu tentu merasa terpukul sekali… bayangkan, Ayah ibunya sendiri menentangnya untuk mengenakan jilbab. Si anak mencoba berpegang teguh pada keputusannya akan tetapi ayah ibunya mengancam akan memutuskan hubungan orang-tua dan anak bila ia berkeras.
Dia tidak akan diakui anak selamanya bila tetap mau menggunakan jilbab. Anak itu menggerung-gerung sejadi-jadinya. Dia merasa menjadi anak yang malang sekali nasibnya.
Tidak berputus asa, dia meminta guru tempatnya bersekolah untuk berbicara dengan orang tuanya. Apa lacur, sang guru pun menolak. Dia mencoba lagi berbicara dengan ustad dekat rumahnya untuk membujuk orangtuanya agar diizinkan memakai jilbab… hasilnya? Nol besar! Sang ustad juga menolak mentah-mentah. Belum pernah rasanya anak ini dirundung duka seperti itu.
Dia merasa betul-betul sendirian di dunia ini. Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab. Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan truf terakhir.
Dia berkata pada orang tuanya, “Ayah dan ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini. Kalau tidak diizinkan juga saya akan bunuh diri.”
Sejenak suasana menjadi hening. Ketegangan mencapai puncaknya dalam keluarga itu.
Akhirnya sambil menghela napas panjang, si ayah berkata dengan lirih, “Bambang! Kalo kamu cewek terserah deh… Lha kamu itu laki-laki koq mau pake jilbab?! Apa kata tetangga nanti?”
by. malau Read More.. Lanjutin Ketawa Gan..!!
Sesampainya di rumah, dengan bangga dia mengenakan jilbabnya. Ketika dia keluar dari kamarnya, bapak dan ibunya langsung menjerit. Mereka murka bukan main dan meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya.
Anak itu tentu merasa terpukul sekali… bayangkan, Ayah ibunya sendiri menentangnya untuk mengenakan jilbab. Si anak mencoba berpegang teguh pada keputusannya akan tetapi ayah ibunya mengancam akan memutuskan hubungan orang-tua dan anak bila ia berkeras.
Dia tidak akan diakui anak selamanya bila tetap mau menggunakan jilbab. Anak itu menggerung-gerung sejadi-jadinya. Dia merasa menjadi anak yang malang sekali nasibnya.
Tidak berputus asa, dia meminta guru tempatnya bersekolah untuk berbicara dengan orang tuanya. Apa lacur, sang guru pun menolak. Dia mencoba lagi berbicara dengan ustad dekat rumahnya untuk membujuk orangtuanya agar diizinkan memakai jilbab… hasilnya? Nol besar! Sang ustad juga menolak mentah-mentah. Belum pernah rasanya anak ini dirundung duka seperti itu.
Dia merasa betul-betul sendirian di dunia ini. Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab. Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan truf terakhir.
Dia berkata pada orang tuanya, “Ayah dan ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini. Kalau tidak diizinkan juga saya akan bunuh diri.”
Sejenak suasana menjadi hening. Ketegangan mencapai puncaknya dalam keluarga itu.
Akhirnya sambil menghela napas panjang, si ayah berkata dengan lirih, “Bambang! Kalo kamu cewek terserah deh… Lha kamu itu laki-laki koq mau pake jilbab?! Apa kata tetangga nanti?”
by. malau Read More.. Lanjutin Ketawa Gan..!!
Seorang pemilik pabrik kondom berang sebab penjualan perusahaannya menurun karena perusahaan pesaing memperkenalkan kondom dengan berbagai rasa seperti strawberi, pisang, coklat. Pemilik perusahaan itu memanggil kepala divisi risetnya.
“Kamu sebagai kepala divisi riset harus kreatif dong, masak kalah sama perusahaan pesaing.”, omel pemilik pabrik itu.
“Iya pak.” jawab kepala divisi riset itu takut.
“Oke, kalo gitu saya mau bulan depan pabrik kita sudah mulai memproduksi kondom dengan rasa.” lanjut pemilik pabrik.
“Rasa apa pak yang kita pakai?”, tanya kepala divisi riset.
“Saya gak mau tau. Itu tanggung jawabmu. Pokoknya harus beda sama pesaing. Kalo bisa yang khas Indonesia.”, omel pemilik pabrik itu.
Setelah sebulan, pabrik itu memproduksi kondom dengan rasa. Tapi penjualan tidak meningkat, malah komplain ke perusahaan yang meningkat. Komplain kebanyakan berisi keluhan karena sering terjadi kecelakaan dalam permainan sex terutama saat oral sex. Yaitu penis pasangan sering tergigit dalam oral sex.
Peningkatan komplain ini membuat pemilik perusahaan memarahi lagi kepala divisi risetnya.
“Kamu ini gimana sih? Disuruh cuma nambah rasa aja di kondom malah ningkatin komplain ke perusahaan kita. Bisa bangkrut kalo gini!”, Omel pemilik perusahaan.
“Iya pak, mungkin kondomnya perlu ditarik. Sepertinya pengguna sering terlena karena rasanya.”, kata kepala divisi riset.
“Omong-omong emang kamu kasih rasa apa?” tanya pemilik pabrik.
“Sesuai permintaan bapak, rasa khas Indonesia, rasa rendang.”, jawab kepala divisi riset.
by.malau Read More.. Lanjutin Ketawa Gan..!!
“Kamu sebagai kepala divisi riset harus kreatif dong, masak kalah sama perusahaan pesaing.”, omel pemilik pabrik itu.
“Iya pak.” jawab kepala divisi riset itu takut.
“Oke, kalo gitu saya mau bulan depan pabrik kita sudah mulai memproduksi kondom dengan rasa.” lanjut pemilik pabrik.
“Rasa apa pak yang kita pakai?”, tanya kepala divisi riset.
“Saya gak mau tau. Itu tanggung jawabmu. Pokoknya harus beda sama pesaing. Kalo bisa yang khas Indonesia.”, omel pemilik pabrik itu.
Setelah sebulan, pabrik itu memproduksi kondom dengan rasa. Tapi penjualan tidak meningkat, malah komplain ke perusahaan yang meningkat. Komplain kebanyakan berisi keluhan karena sering terjadi kecelakaan dalam permainan sex terutama saat oral sex. Yaitu penis pasangan sering tergigit dalam oral sex.
Peningkatan komplain ini membuat pemilik perusahaan memarahi lagi kepala divisi risetnya.
“Kamu ini gimana sih? Disuruh cuma nambah rasa aja di kondom malah ningkatin komplain ke perusahaan kita. Bisa bangkrut kalo gini!”, Omel pemilik perusahaan.
“Iya pak, mungkin kondomnya perlu ditarik. Sepertinya pengguna sering terlena karena rasanya.”, kata kepala divisi riset.
“Omong-omong emang kamu kasih rasa apa?” tanya pemilik pabrik.
“Sesuai permintaan bapak, rasa khas Indonesia, rasa rendang.”, jawab kepala divisi riset.
by.malau Read More.. Lanjutin Ketawa Gan..!!
Subscribe to:
Posts (Atom)
